Selasa, 19 November 2013

“Tidak Membunuh Diri dengan Kesedihan”


            Menurut yang saya baca dari buku yang berjudul “Menkmati Hidup cara Rasulullah SAW” pada bab yang ke 13 yang saya dapat referensikan dari apa yang bisa saya tangkap dari bab ini adalah cerita tentang pasangan suami istri yang hampir bercerai karena kesibukan masing-masing. Dibuku ini penulis pun mencoba untuk menjadi penengah di antara mereka dan memberi tahu tentang teladan atau cara hidup Rasulullah SAW yaitu gunakan akal sehat dan jauhkan emosi. Rasulullah sendiri juga mengajarkan kita semua untuk selalu bisa mengedepankan akal sehat dan juga menyingkirkan perasaan. Karena emosi berapapun kuatnya tidak akan menyelesaikan masalah.

            Dari beberapa waktu kemudian, Allah berkehendak, putra pasangan suami istri ini menderita sakit parah, sehingga mereka harus menunda proses perceraian dan fokus merawat anak mereka. Setelah sekitar dua tahun putra mereka akhirnya dinyatakan sembuh.

Tapi hanya selang beberapa minggu, putra mereka harus kembali dirawat karena efek pengobatan kemo terarpinya. Penulis pun menyempatkan diri untuk menjenguk dan menemui bahwa kondisi sang ibu sangat lemah dikarenakan harus bolak-balik mengantar anaknya berobat.Penulis mengingatkan sang ibu untuk berserah diri kepada Allah dan menyarankan kepada sang ibu agar tidak bersedih untuk memberi harapan bagi putranya.

Penulis pun tidak bersependapat jika dikatakan bahwa kejadian ini adalah musibah yang terjadi dari Allah untuk menegur pasangan ini agar tidak bercerai. Penulis berpendapat bahwa ini adalah ketetapan dari Allah SWT.
waktu berlalu sampai putra dari pasangan ini kembali kepada Allah. Penulis pun berpesan kepada pasangan ini untuk tidak meratapi dan menyesali kejadian ini dan menceritakan sebuah cerita.



Cerita tentang seorang dosen yang kehilangan delapan anggota keluarganya dalam sebuah kecelakaan lalu lintas. Kecelakaan yang dialami saat delapan anggota keluarganya tersebut dalam perjalanan pulang dari pesta pernikahan. Sang dosen yang tidak ikut dalam perjalanan karena alasan pekerjaan menerima berita ini dengan akal sehat dan tidak membiarkan emosinya meluap.

Penulis menjelaskan bahwa meskipun sang dosen hanyalah manusia biasa namun dapat mengamalkan sikap Rasulullah SAW. Penulis juga menambahkan bahwa kita dalam menjalankan hidup jangan melupakan akhirat.




Kesimpulan

Dari isi buku pada bab yang ke 13 yang berjudul “Tidak Membunuh Diri Dengan Kesedihan” saya dapat menyimpulkan bahwasannya janganlah langsung menentukan sebab dari kehendak Allah,karena hanya Allah yang mengetahuinya. Yang perlu kita lakukan dalam menghadapi ketetapan-Nya adalah selalu gunakanlah akal sehat kita dan jangan biarkan emosi kita dapat menguasainya.




Sumber :
·        Buku “Menikmati Hidup cara Rasulullah SAW”
·        Halaman 150-159

·        Bab 13

Tidak ada komentar:

Posting Komentar