Senin, 28 Desember 2015

PROPOSAL PENDIRIAN USAHA KONSULTAN DAN INSTALASI KOMPUTER DAN JARINGAN
“FUTURE NETCOM”
 












NAMA ANGGOTA KELOMPOK
  1. Aswendy (51412230)
  2. Febriansyah H (52412862)
  3. Ilham Saputra (53412616)
  4. Ricky Rianaldi (56412292)
  5. Yoga M Tampi (57412825)
KELAS : 4IA13
TUGAS SOFTSKILL



I.        PENDAHULUAN
       Perkembangan teknologi pada zaman sekarang melaju begitu pesat.  Teknologi komputer berkembang makin pesat seiring waktu. Dewasa ini komputer sudah bukan menjadi barang mewah lagi melainkan kebutuhan sekunder yang sangat membantu manusia dalam menjalankan kehidupan sehari-hari baik di rumah, di sekolah, di kampus terlebih lagi di kantor.
       Jaringan komputer merupakan sebuah sistem yang menghubungkan dua atau lebih komputer sehingga dapat memudahkan dalam mengimplementasikan berbagai kelebihan. Tak jarang meskipun instalasi jaringan komputer memakan biaya yang tidak sedikit, namun masyarakat tetap melakukannya demi kemudahan yang diperoleh. Perubahan zaman juga sering memaksa mereka untuk memperbarui jaringan agar tetap dapat memenuhi kebutuhan.
       Kami melihat masalah ini sebagai peluang bisnis di bidang informatika. Dengan mengumpulkan modal yang kami miliki dan tekad untuk menerapkan wawasan berwirausaha, maka kami sepakat untuk mendirikan sebuah perusaahan kecil sebagai konsultan dan jasa instalasi komputer dan jaringan.


II.        PROFIL PERUSAHAAN
       FUTURE NETCOM adalah sebuah perusahaan yang berbentuk CV yang didirikan oleh mahasiswa yang masih menempuh pendidikannya di Universitas Gunadarma angkatan 2012.

A.  BIDANG USAHA
       FUTURE NETCOM adalah perusahaan yang bergerak di bidang jasa konsultan dan instalasi komputer dan jaringannya.

B.  VISI
       Menjadi perusahaan terdepan di bidang jasa konsultasi dan instalasi komputer dan jaringan yang mengutamakan kompatibilitas peralatan dengan teknologi masa depan.

C.   MISI
1.      Memberikan solisi terbaik bagi pelanggan dalam menangani masalah komputer dan jaringan.
2.      Membantu merealisasikan jaringan komputer masa depan bagi pelanggan.

D.  TUJUAN
1.      Mengembangkan minat berwirausaha. Dengan mendirikan usaha berarti memulai tantangan dalam memanajemen sebuah bisnis. Hal ini dapat meningkatkan kreatifitas, inovasi dan upaya-upaya dalam memanfaatkan peluang.
2.      Menciptakan lapangan pekerjaan baru. Sebuah usaha sekecil apapun pasti akan membuka kesempatan kerja. Usaha kecil meskipun tidak mampu merekrut banyak karyawan, namun setidak-tidaknya telah merekrut diri sendiri  yang berarti angka pengangguran telah berkurang satu.

E.   LOKASI
       Perusahaan ini berlokasi di Jalan Raya Margonda, No. 007, Depok 16424. Lokasi ini kami pilih karena strategis dan berada di pusat perekonomian masyarakat depok.

F.   PERIZINAN
       Sebelum mendirikan perusahaan ini, kami telah mengurus berbagai perizinan ke beberapa pihak terkait antara lain :
1.   Surat Keterangan RT
2.   Surat Keterangan RW
3.   Surat Keterangan Kelurahan
4.   Surat Keterangan Kecamatan
5.   Nomor Pokok Wajib Pajak
6.   Surat Izin Usaha Perdagangan


III.        PRODUK
Sesuai dengan visi dan misi kami yaitu menjadi perusahanan yang terbaik dalam menangani instalasi computer dan jaringan, produk yang kami hadirkan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan adalah :

A.  INSTALASI JARINGAN
Jaringan yang berkembang pesat membuat kami berfikir keras bagaimana agar memuaskan pelanggan, karena perkembangan teknologi semakin hari semakin cepat dan tak terkecuali perangkat jaringan computer. Maka dari itu kami melakukan yang terbaik pada setiap pengerjaan yang kami lakukan. Instalasi jaringan yang kami lakukan yaitu :

1.   Tinjauan lokasi
Pada langkah ini, kami melakukan pertemuan dengan pelanggan kami, meninjau lokasi yang akan diinstalasi jaringan, mengumpulkan data sebanyak mungkin untuk digunakan pada tahap selanjutnya.

2.   Perencanaan
Setelah kami mengumpulkan data pada tahap sebelumnya, kami melakukan perencanaan terbaik untuk diterapkan dilokasi pelanggan. Kami selalu mempunyai beberapa solusi untuk dibicarakan lebih lanjut kepada pelanggan, karena pelanggan kami mempunyai kebutuhan atau spesifikasi tertentu terhadap biaya, perangkat yang dibutuhkan dan sebagainya.

3.   Konsultasi dengan konsumen
 tahap ini kami lakukan setelah kami melakukan perencanaan dengan beberapa solusi yang sudah matang untuk pelanggan. Kami membicarakan mengenai solusi-solusi yang bisa diterapkan pada saat instalasi.

4.   Implementasi
Setelah kami melakukan konsultasi dengan pelanggan dan mendapatkan solusi terbaik untuk instalasi jaringan, maka pada tahap ini kami melakukan instalasi jaringan sesuai dengan kesepakatan pelanggan.

5.   Maintenance
Langkah yang kami lakukan selanjutnya setelah implementasi yaitu maintenance, kami akan melakukan cek berkala terhadap jaringan yang telah kami tangani, dan memperbaiki apabila terdapat kerusakan atau kekurangan.

B.  KONSULTASI JARINGAN KOMPUTER
Selain melayani instalasi jaringan, kami juga melayani konsultasi jaringan komputer. Konsultasi yang dimaksud adalah semua hal yang berkaitan dengan permasalahan jaringan komputer yang dialami oleh instansi, perusahaan, maupun pemerintahan.

C.   MAINTENANCE JARINGAN KOMPUTER
Layanan kami selanjutnya adalah maintenance atau pemeliharaan jaringan komputer. Pelanggan yang telah menggunakan layannan ini nantinya akan dilakukan pemeliharaan secara berkala terhadap jaringan komputer yang telah disepakati untuk maintence.

D.  INSTALASI KOMPUTER
Instalasi Komputer merupakan layanan terakhir kami dimana layanan kami ini melakukan instalasi programkomputer termasuk diantaranya system operasi, maupun program pendukung yang digunakan.


IV.        MANAJEMEN
A.  STRUKTUR ORGANISASI
Berikut adalah struktur organisasi dari FUTURE NETCOM

B.  TANGGUNG JAWAB DAN WEWENANG
1.   DIREKSI (Direktur dan Wakil Direktur)
a.      Bertanggung jawab kepada pemilik modal
b.      Bertanggung jawab kepada jasa yang ditawarkan
c.      Bertanggung jawab pada kelengkapan barang
d.      Bertanggung jawab kepada harga, quantitas, qualitas
e.      Bertanggung jawab atas keuntungan hasil penjualan jasa
f.       Mengontrol manajemen
g.      Mengontrol kinerja perusahaan
h.      Menentukan kebijakan–kebiakan strategi

2.   KEUANGAN
a.         Mengontrol investasi perusahaan
b.         Mengontrol kasir dan mesin registrasi
c.         Mengontrol faktur, PO harga jual dan label harga
d.         Mengontrol target dan realitas
e.         Mengontrol pendapatan
f.          Mengontrol penyiapan uang

3.   PEMASARAN
a.         Menawarkan dan menjelaskan jasa apa saja yang akan diberikan kepada klien
b.          Memelihara hubungan baik dengan konsumen atau customer

4.   TEKNISI
a.         Memberikan pelayanan yang terbaik terhadap konsumen
b.         Membuat pemasangan alat lebih teliti agar konsumen puas terhadap pelayanan
c.         Memeriksa barang yang rusak pada proses pemeliharaan


V.        KEUANGAN
A.  MODAL
       Modal merupakan hal yang sangat penting saat mendirikan sebuah usaha. Modal awal berguna sebagai sumber keuangan untuk semua keperluan yang dibutuhkan oleh perusahaan saat perusahaan belum memperoleh pendapatan dari sumber lain.
       Sebagai modal awal untuk mendirikan perusahaan ini, kami mengumpulkan modal dari uang pribadi kami masing-masing dan pinjaman dari bank.

B.  RENCANA ANGGARAN BIAYA
Berikut ini adalah rencana anggaran biaya yang akan dikeluarkan saat pertama kali usaha didirikan.


Modal Awal
 Jumlah
4 Personal Computer
 Rp      12.000.000
2 buah Printer
 Rp        1.000.000
Renovasi tempat
 Rp        1.500.000
Publikasi
 Rp        1.000.000
Sewa tempat
 Rp      10.000.000
Working capital
 Rp        2.000.000
Tambah daya listrik
 Rp           600.000
Cadangan
 Rp           900.000
TOTAL Modal Awal
 Rp   30.500.000


VI.        PEMASARAN
A.  TARGET PASAR
       Segmen pasar yang kami targetkan adalah instansi, perusahaan, dan individual (perumahan) yang berada di daerah Depok dan sekitarnya. Hal ini kami lakukan karena daerah Depok terdapat pesaing yang masih sedikit. Depok juga merupakan daerah peralihan yang sangat dekat dengan ibu kota sehingga membuat sebagian pekerja ibu kota mempunyai tempat tinggal di depok. Tentunya kebutuhan akan komputer dan jaringannya akan berdampak pada permintaan yang cukup banyak. Oleh karena itu kami mengambil wilayah Depok sebagai target pasar.

B.  PERKIRAAN PERMINTAAN
       Melihat perkembangan jaringan komputer yang semakin melaju dengan pesat termasuk sedang maraknyacloud computing, membuat kami mempertimbangkan permintaan perbulannya adalah sebagai berikut :
1.   Permintaan instalasi jaringan
Ø      Pemerintahan                   : 3 Instansi pemerintahan
Ø      Instansi                           : 6 Instansi swasta
Ø      Individual (perumahan)    : 20 rumah
2.   Konsultasi jaringan komputer
Ø  Pemerintahan                   : 4 Instansi pemerintahan
Ø  Instansi                           : 10 Instansi swasta
Ø  Individual (perumahan)    : 3 rumah


3.   Maintenance jaringan komputer
Ø  Pemerintahan                   : 6 Instansi pemerintahan
Ø  Instansi                           : 15 Instansi swasta
Ø  Individual (perumahan)    : 40 rumah
4.   Instalasi komputer :
Ø  Pemerintahan                   : 4 Instansi pemerintahan
Ø   Instansi                            : 5 Instansi swasta
Ø  Individual (perumahan)    : 40 rumah

C.   STRATEGI PENJUALAN
       Berikut adalah berbagai strategi penjualan yang kami lakukan.
1.   Mempromosikan jasa secara langsung
          Mempromosikan di sini maksudnya adalah pengajuan proposal mengenai instalasi jaringan, konsultasi jaringan, maintenance jaringan ataupun instalasi computer tergantung kebutuhan pelanggan.

2.   Membuat website perusahaan
     Website digunakan sebagai media pemasaran online, sekaligus sebagai pengenalan perusahaan. Website kami pilih karena pengguna internet semakin lama semakin banyak.

3.   Memberikan multi solusi bagi pelanggan
          Strategi ini merupakan keunikan perusahaan kami dari perusahaan lain, karena dengan memberikan solusi yang banyak pelanggan bisa lebih mudah dalam memilih tipe apa yang akan dikerjakan nantinya.

4.   Berkerja maksimal
          Selain hal-hal diatas yang sepatutnya dikerjakan pada setiap perusahaan yaitu berkerja maksimal pada setiap pekerjaan.

D.  IDENTIFIKASI PESAING
Untuk mengetahui jumlah dan jenis serta kekuatan dan kelemahan dari pesaing, identifikasi yang kami lakukan meliputi :
1.   Jenis produk yang ditawarkan
Kami menganalisa produk yang ditawarkan oleh perusahaan yang menjalankan produk yang sama
.
2.   Melihat besarnya pasar yang dikuasai
Kami melihat seberapa banyak pertumbuhan perusahaan pesaing terhadap pasar. Dan apakah pelanggan kami sebelumnya ada yang beralih ke perusahaan pesaing.

3.   Identifikasi peluang dan ancaman
Kami melihat dan menganalisa peluang dan acaman perusahaan pesaing bagi perusahaan kami. Menganalisa apa saja dampak dari perusahaan pesaing bila meluncurkan produk baru ataumelakukan promosi.

4.   Identifikasi keunggulan dan kelemahan
Selanjutnya kami menganalisa keunggulan dan kelemahan perusahaan pesaing terhadap perusahaan kami, sehingga dapat menjadi acuan kami untukberkembang lebih baik daripada sebelumnya.

VII.        RESIKO
A.  EVALUASI RESIKO
       Dalam manajemen kerja harus mengendalikan tiga yakni produk yang dihasilkan, waktu, dan biaya. Dari ketiga aspek tersebut terdapat beberapa resiko, yaitu :
1.    Produk
Produk yang dihasilkan terkadang kurang diminati oleh konsumen. Hal ini disebabkan banyak faktor, antara lain fitur yang ditawarkan kurang memadai, model yang kurang disukai dan lain sebagianya.

2.    Waktu
Waktu sangat berpengaruh dalam proyek bisnis informatika. Perkembangan teknologi melaju dengan cepat. Bila dalam pengerjaan proyek memakan waktu terlalu lama, maka akan menyebabkan bisnis menjadi tertinggal karena selera konsumen pun akan berubah mengikuti perkembangan teknologi.

3.    Biaya
Biaya juga merupakan hal yang harus diperhatikan. Biaya yang terlalu banyak dikeluarkan dalam pengerjaan sebuah proyek tentu akan menaikkan harga jual produknya. Harga jual yang relatif tinggi dapat mengurangi minat dan daya beli konsumen.

B.  PENANGGULANGAN RESIKO
       Setelah memperhatikan ketiga aspek resiko tersebut di atas, kita dapat membuat strategi dalam penanggulangannya, yaitu :
1.   Mempelajari terlabih dahulu tentang seperti apa spesifikasi dari produk yang diinginkan oleh calon konsumen.
2.   Mengatur jadwal dalam pengerjaan proyek sehingga manajemen waktu dapat dimaksimalkan.
3.   Menghitung perkiraan biaya yang akan dikeluarkan dalam pengerjaan proyek sehingga anggaran dapat ditekan tanpa mengurangi kualitas dari produk.


VIII.        PENUTUP


       Demikian proposal pendirian usaha FUTURE NETCOM ini kami buat. Kami menyadari bahwa dalam penyusunan proposal ini masih banyak kekurangan dan masih jauh dari kesempurnaan, tetapi potensi keberhasilan rencana usaha yang penulis sarankan sangatlah besar, karena di tunjang oleh peluang usaha yang baik  juga kemauan usaha dari penulis. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan.

Jumat, 13 November 2015

Tugas Softskill Jurnal

Aspek Sdm dalam Studi Kelayakan Bisnis

Abstrak

Kata Kunci : Aspek Sdm,Bisnis, Studi Kelayakan
Dalam studi kelayakan bisnis perlu dilakukan untuk mengetahui layak atau tidaknya sebuah sdm dalam mengahadapi kelayakan bisnis yang ada pada saat sekarang ini. Penilaian dalam melakukan kelayakan harus didasarkan pada beberapa aspek. Aspek yang perlu dikaji dalam kelayakan ini adalah aspek hukum, aspek sosial ekomomi dan budaya, aspek hukum, dan aspek manajemen, aspek keuangan, aspek teknis dan teknologi.

 Dalam melakukan penulisan ini penulis menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui dokumentasi. Teknik analisis data dari penuliasn ini dilakukan dengan melakukan pengumpulan data. Selain itu, untuk pengecekan data penulis melakukan teknik triangulasi
.
Pendahuluan

Pendirian maupun perluasan usaha memerlukan investasi yang tidak sedikit jumlahnya, modal yang diperlukan biasanya disesuaikan dengan tujuan perusahaan dan bentuk badan usahanya. Agar tujuan perusahaan dapat tercapai sesuai yang direncanakan perlu dilakukan suatu studi untuk menilai apakah investasi yang akan ditanamkan layak atau tidak dijalankan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Studi kelayakan diperlukan untuk menghindari kegagalan setelah proyek dilakukan. Salah satu tujuan dilakukannya studi kelayakan bisnis adalah mencari jalan keluar agar dapat meminimalkan hambatan dan resiko yang mungkin timbul di masa yang akan datang karena keadaan yang akan datang penuh dengan ketidakpastian.

Pembahasan

Dalam tahap pembahasan ini penulis akan membahas lebih dalam mengenai Aspek Sdm dalam Studi Kelayakan Bisnis . Pembahasan dibagi menjadi tiga tahapan, yaitu tahapan kajian teori, usulan  dan tahapan hasil evaluasi.

Pada tahapan kajian teori akan menjelaskan tentang teori yang digunakan dalam bisnis pada tahapan usulan akan menjelaskan pandangan serta usul dari penulis mengenai bisnis. Sedangkan pada tahapan hasil evaluasi akan dijelaskan tentang sejauh mana suatu kegiatan tertentu telah dicapai.


Kajian Teori

  Pengertian studi kelayakan bisnis ialah penelitian yang menyangkut berbagai aspek baik itu dari aspek hukum, aspek sosial ekonomi serta budaya, aspek pasar serta pemasaran, aspek teknis serta teknologi sampai dengan aspek manajemen serta keuangannya, dimana hal itu digunakan untuk dasar penelitian studi kelayakan serta hasilnya digunakan untuk mengambil sebuah keputusan.
Studi kelayakan biasanya digolongkan menjadi dua bagian yang berdasarkan pada orientasi yang diharapkan oleh suatu perusahaan yaitu :
  1. Berdasarkan orientasi laba, yang dimaksud iyalah studi yang menitik-beratkan pada keuntungan yang secara ekonomis,
  2. Berdasarkan orientasi tidak pada laba (social), yang dimaksud iyalah studi yang menitik-beratkan suatu proyek tersebut bisa dijalankan serta dilaksanakan tanpa memikirkan nilai atau keuntungan ekonomis.
# Aspek-aspek dalam Studi Kelayakan Bisnis
1. Aspek hukum
   Menyangkut semua legalitas rencana bisnis yang akan kita laksanakan yang meliputi ketentuan hukum yang berlaku diantaranya :
  1. Izin lokasi
  2. Akte pendirian perusahaan dari notaris setempat PT/CV atau berbentuk badan hukum lainnya.
  3. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
  4. Surat tanda daftar perusahaan
  5. Surat izin tempat usaha dari pemda setempat
  6. Surat tanda rekanan dari pemda setempat
  7. SIUP setempat
2. Aspek sosial ekonomi dan budaya
   Menyangkut dampak yang diberikan kepada masyarakat sekitar ,  karena adanya suatu kegiatan usaha tersebut, diantaranya:
  1. Dari sisi budaya, apa dampak keberadaan bisnis kita terhadap kehidupan masyarakat, kebiasaan adat setempat, dan lain-lain.
  2. Dari sudut ekonomi, seperti seberapa besar tingkat pendapatan per kapita penduduk, apakah proyek dapat mengubah atau justru mengurangi income per kapita penduduk setempat, pendapatan nasional atau upah rata-rata tenaga kerja setempat atau UMR.
  3. Dan dari segi sosial, apakah dengan adanya bisnis kita menjadi semakin ramai, lalu lintas semakin lancar, adanya jalur komunikasi, penerangan listrik dan lainnya, pendidikan masyarakat setempat dan untuk mendapatkan itu semua adalah dengan wawancara, kuesioner, dokumen, dan lain-lain. Untuk melihat apakah suatu proyek layak atau tidak dilakukan dengan membandingkan keinginan investor atau pihak yang terkait dengan sumber data yang terkumpul.

3. Aspek pasar dan pemasaran
   Menyangkut apakah ada peluang pasar untuk produk yang akan dihasilkan oleh kegiatan usaha yang dilakukan, dapat dilihat dengan hal-hal berikut :
  1. Potensi pasar
  2. Jumlah konsumen potensial, konsumen yang mempunyai keinginan atau hasrat untuk membeli.
  3. Tentang perkembangan atau pertumbuhan penduduk
  4. Daya beli, kemampuan konsumen dalam rangka membeli barang mencakup tentang perilaku, kebiasaan, preferensi konsumen, kecenderungan permintaan masa lalu, dan lain-lain.
  5. Pemasaran, menyangkut tentang starategi yang digunakan untuk dapat meraih sebagian pasar potensial atau pelung pasar atau seberapa besar pengaruh strategi tersebut dalam meraih besarnya market share.
4. Aspek teknis dan teknologi
   Menyangkut pemilihan lokasi, alat-alat yang sesuai dengan hasil yang di inginkan, layout, serta pemilihan teknologi yang sesuai ketika usaha mulai berjalan/beroperasi, sehingga perlu dipelajari dan dianalisis dengan baik demi masa depan perusahaan.

5. Aspek manajemen
   Untuk mendukung dalam rangka pengambilan keputusan  masalah-masalah produksi/operasi.

6. Aspek keuangan
   Menyangkut sumber dana yang akan diperoleh serta proyeksi pengembaliannya dengan tingkat biaya modal serta sumber dana yang bersangkutan.

    Aspek sdm dalam Studi Kelayakan Bisnis merupakan bagian yang terpenting dikarenakan dalam bisnis sdm merupakan modal utama dalam mengembangkan bisnis yang ingin dirintis. Dengan sdm yang memadai berpengetahuan yang luas maka untuk membangun bisnis tidak akan sulit untuk merealisasikanya.

    Sumber daya manusia merupakan asset organisasi yang sangat vital, karena itu peran dan fungsinya tidak bisa digantikan oleh sumber daya lainnya. Betapapun modern teknologi yang digunakan, atau seberapa banyak dana yang disiapkan, namun tanpa sumber daya manusia yang professional semuanya menjadi tidak bermakna (Tjutju,2008).[1]
    Eksistensi sumber daya manusia dalam kondisi lingkungan yang terus berubah tidak dapat dipungkiri, oleh karena itu dituntut kemampuan beradaptasi yang tinggi agar mereka tidak tergilas oleh perubahan itu sendiri. Sumber daya manusia dalam organisasi harus senantiasa berorientasi terhadap visi, misi, tujuan dan sasaran organisasi di mana dia berada di dalamnya (Tjutju, 2008).[1]

    Untuk mencapai visi, misi, dan tujuan tersebut tentu manusia tersebut harus mempunyai nilai kompetensi, karakteristik kompentensi menurut Spencer and spencer (1993:9-11)[1] ada lima karakteristik kompentensi yaitu:

1. Motif (motive), apa yang secara konsisten dipikirkan atau keinginan-keinginan yang menyebabkan melakukan tindakan. Apa yang mendorong, perilaku yang mengarah dan dipilih terhadap kegiatan atau tujuan tertentu.

2. Sifat/ciri bawaan (trait), ciri fisik dan reaksi-reaksi yang bersifat konsisten terhadap situasi atau informasi.

3. Konsep diri (self concept), sikap, nilai dari orang-orang.

4. Pengetahuan (knowledge), yaitu suatu informasi yang dimiliki seseorang pada bidang yang spesifik. Pengetahuan merupakan kompetensi yang kompleks. Biasanya tes pengetahuan mengukur kemampuan untuk memilih jawaban yang paling benar, tapi tidak bisa melihat apakah seseorang dapat melakukan pekerjaan berdasarkan pengetahuan yang dimilikinya itu.

5. Keterampilan (skill), kemampuan untuk mampu melaksanakan tugas-tugas fisik dan mental tertentu.

Banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengantisipasi dan merespon perubahan tersebut, menurut (Tjutju,2008)[1] ada empat strategi utama untuk melakukan perubahan, yaitu dengan melakukan:

1.Pengendalian diri secara lebih baik dengan disertai kearifan.
2.Beradaptasi dengan perubahan yang terjadi sambil mengubah paradigma berfikir dan        bertindak.
3.Komunikasi yang efektif untuk membangun kepercayaan dan mengembangkan networking.
4.Penyelarasan dan/atau menyeimbangkan antara kematangan IQ,EQ dan ESQ.

Menurut Lengnick-Hall(2003:34-35)[1] ada empat peran baru yang mesti dijalankan oleh manajemen sumber daya manusia dalam menghadapi sejumlah tantangan global, yaitu:
1. Human Cafital Steward
2. Knowledge Facilitator
3. Relationship Builder
4. Rapid Deployment Specialist

Cakupan MSDM:
1. Melakukan analisis jabatan
2. Merencanakan kebutuhan tenaga kerja dan merekrut calon tenaga kerja
3. Menyeleksi calon tenaga kerja
4. Memberikan orientasi dan pelatihan bagi karyawan baru
5. Menata olah upah dan gaji
6. Menyediakan insentif dan kesejahteraan
7. Menilai kinerja
8. Mengkomunikasikan (wawancara, penyuluhan, pendisiplinan)
9. Pelatihan dan pengembangan
10. Membangun komitmen karyawan

MSDM penting bagi Manajer karena agar tidak terjadi :
1. Mempekerjakan orang tidak cocok dengan pekerjaan
2. Mengalami perputaran karyawan yang tinggi
3. Menemukan orang-orang Anda tidak melakukan yang terbaik
4. Perusahaan berurusan dengan pengadilan
5. Perusahaan berada di bawah undang-undang keselamatan kerja
6. Memiliki karyawan yang berfikir bahwa gaji mereka tidak adil
7. Membiarkan kekurangan pelatihan
8. Praktik tenaga kerja yang tidak adil

MSDM yang Strategik
1. Kenyataan bahwa karyawan dewasa ini adalah sentral untuk mencapai keunggulan bersaing telah mengarah ke munculnya bidang yang dikenal sebagai MSDM yang Strategik.
2. MSDM yang Strategik didefinisikan sebagai tautan dari SDM dengan tujuan dan sasaran strategik untuk meningkatkan kinerja bisnis dan mengembangkan kultur organisasi.

Peran SDM sdebagai Mitra Strategik
1. Pandangan bahwa SDM itu langsung operasional dan kegiatan SDM sama sekali tidak strategik
2. Pandangan yang lebih canggih SDM hanya untuk mencocokkan strategi perusahaan
3. MSDM merupakan suatu mitra sejajar dalam proses perencanaan strategic

Peran SDM dalam Perumusan Strategi
1. MSDM dapat memainkan peran sebagai pengamatan lingkungan
2. SDM adalah suatu posisi yang unik untuk memasok inteligensi bersaing yang mungkin bermanfaat dalam proses perencanaan strategik
3. SDM juga berpartisipasi dalam proses formulasi strategi dengan mensuply informasi tentang kekuatan dan kelemahan internal perusahaan
SDM diarahkan untuk mengembangkan dan melaksanakan program yang dirancang untuk menciptakan sebuah kultur perusahaan yang mencapai :

1. Doronglah satu semangat kerja tim dan kerjasama dalam dan di tengah unit bisnis untuk bekerja menuju sasaran bersama, dengan satu tekanan pada mengidentifikasi, mengakui, dan mengimbali keunggulan individu dan unit.

2. Doronglah sikap kewiraswastaan dikalangan manajer dan sikap berfikir inovatif di kalangan karyawan.

3. Tekankanlah komonalitas kepentingan diantara karyawan dan pemegang saham.

Dalam studi kelayakan bisnis memiliki beberapa tahapan, berikut ini beberapa tahapan dalam studi kelayakan bisnis :

1.    Penemuan Ide
    Agar dapat menghasilkan ide proyek yang dapat menghasilak produk laku untuk dijual serta menguntungkan diperlukan penelitian yang terorganisasi dengan baik serta dukungan sumber daya yang memadai. Jika ide proyek lebih dari satu, maka dapat dipilih dengan memperhatikan:
  1. ide proyek sesuai dengan kata hatinya
  2. pengambil keputusan mampu melibatkan diri dalam hal-hal yang sifatnya teknis
  3. keyakinan akan kemampuan proyek menghasilkan laba.
2.    Tahap Penelitian
    Setelah ide proyek terpilih, kemudian dilakukan penelitian yang lebih mendalam dengan metode ilmiah berikut:
  1. mengumpulkan data
  2. mengolah data
  3.  menganalisis dan menginterpretasikan hasil pengolahan data
  4. menyimpulkan hasil
  5. membuat laporan hasil
3.    Tahap Evaluasi
    Evaluasi yaitu membandingkan sesuatu dengan satu atau lebih standar atau kriteria yang bersifat kuantitatif ataupun kualitatif.
Ada 3 macam evaluasi yaitu :
  1. mengevaluasi usaha proyek yang akan didirikan
  2. mengevaluasi proyek yang akan dibangun
  3. mengevaluasi bisnis yang sudah dioperasionalkan secara rutin
    Dalam evaluasi bisnis yang akan dibandingkan adalah seluruh ongkos yang akan ditimbulkan oleh usulan bisnis serta manfaat atau benefit yang akan diperkirakan akan diperoleh.
4.    Tahap Pengurutan Usulan yang Layak
    Jika terdapat lebih dari satu usulan rencana bisnis yang dianggap layak ,maka  perlu dilakukan pemilihan rencana bisnis yang mempunyai skor tertinggi jika dibanding usulan lain berdasar kriteria penilaian yang telah ditentukan sebelumnya.

5.    Tahap Rencana Pelaksanaan
   Setelah rencana bisnis dipilih maka hal selanjutnya perlu dibuat rencana kerja pelaksanaan pembangunan proyek. Mulai dari penentuan jenis pekerjaan, jumlah serta kualifikasi tenaga perencana, ketersediaan dana serta sumber daya lain serta kesiapan manajemen.

6.    Tahap Pelaksanaan
  Dalam realisasi pembangunan proyek diperlukan manajemen proyek. Setelah proyek selesai dikerjakan tahap selanjutnya iyalah melaksanakan operasional bisnis secara rutin. Agar selalu bekerja secara efektif serta efisien dalam rangka meningkatkan laba perusahaan, dalam operasional diperlukan kajian-kajian untuk dapat mengevaluasi bisnis dari fungsi keuangan, pemasaran, produksi serta operasi.

Hasil Studi Kelayakan Bisnis
   Hasil studi kelayakan bisnis dapat berupa dokumentasi lengkap dalam bentuk tertulis yang diperlihatkan bagaimana rencana bisnis memiliki nilai-nilai positif bagi aspek-aspek yang diteliti, sehingga akan dinyatakan sebagai proyek bisnis yang layak.

Etika dalam Studi Kelayakan Bisnis
     Aspek moral serta etika dalam bisnis, khususnya dalam studi kelayakan bisnis menjadi hal yang sangat penting. Perilaku etis mengacu kepada norma-norma atau standar-standar moral pribadi dalam hubungannya dengan orang lain agar dapat terjamin keharmonisan dan tidak ada seorang pun yang akan dirugikan.

1.    Etika peneliti pada responden
Dalam pengumpulan data dari para responden , diperlukan serta diingat hak atas kebebasan pribadi sehingga responden tidak akan dirugikan baik secara fisik maupun secara mental.

2.    Etika peneliti pada klien
Dalam suatu studi kelayakan bisnis pertimbangan-pertimabangan etis terhadap klien sangat perlu diperhatikan. Karena klien mempunyai hak atas penelitian yang dilakukan secara etis

3.    Etika peneliti pada asisten
Peneliti biasanya selalu memilki asisten peneliti , tidak etis jika menugaskan seorang asisten melakukan suatu wawancara yang bisa membahayakan.

4.      Etika klien
   Terjadinya peneliti kelayakan bisnis diminta oleh kliennya untuk mengubah data, mengartikan data dari segi yang menguntungkan ataupun menghilangkan bagian-bagian dari hasil analisis yang dianggap dapat merugikan, kalau peneliti menuruti keinginan tersebut maka bisa jadi profesi peneliti akan hancur.

Pihak pihak yang berkepentingan dalam studi kelayakan bisnis.

1.    Pihak Investor 
   Sebelum menanamkan modalnya di perusahaan yang akan dijalankan investor akan mempelajari laporan studi kelayakan bisnis yang dibuat , dikarenakan investor memiliki kepentingan langsung tentang keuntungan yang akan diperoleh serta jaminan modal yang akan ditanamkan.

2.    Pihak Kreditor atau lembaga perbankan 
   Sebelum memberikan kredit pihak bank perlu mengkaji studi kelayakan bisnis serta mempertimbangkan bonafiditas serta tersedianya agunan yang dimilliki.
Studi kelayakan bisnis dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan untuk dapat memberikan pinjaman.

3.    Pihak Manajemen Perusahaan 
   Sebagai leader(pemimpin) manajemen perusahaan juga memerlukan studi kelayakan bisnis untuk dapat mengetahui dana yang akan dibutuhkan serta digunakan sebagai pedoman dalam melaksanakan atau mengolah usaha atau proyek.

4.    Pihak Pemerintah dan Masyarakat
  Studi kelayakan bisnis  digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan dalam memberikan izin usaha atau proyek. masyarakat juga perlu mengetahui serta memahami studi kelayakan bisnis rencana uaha ataupun proyek tersebut untuk di jadikan dasar dalam pengambilan keputusan memberikan izin.

5.    Bagi Tujuan Pembangunan Ekonomi 
   Kebijaksanaan pembangunan ekonomi dirancang serta dirumuskan oleh pemerintah. sedangkan pelaksanaan dilakukan oleh masyarakat melalui bermacam macam pelaksanaan usaha proyek berarti pelaksanaanpembangunan juga berpedoman pada studi kelayakan bisnis dari masing-masing rencana usaha atau proyek

Usulan

  Mengingat bahwa kondisi yang akan datang dipenuhi dengan ketidakpastian, maka diperlukan pertimbangan-pertimbangan tertentu karena di dalam studi kelayakan terdapat  berbagai aspek yang harus dikaji dan diteliti kelayakannya sehingga hasil daripada studi tersebut digunakan untuk memutuskan apakah sebaiknya proyek atau bisnis layak dikerjakan atau ditunda atau bahkan dibatalkan. Hal tersebut di atas adalah menunjukan bahwa dalam studi kelayakan akan melibatkan banyak tim dari berbagai ahli yang sesuai dengan bidang atau aspek masing-masing seperti ekonomi, hukum, psikolog, akuntan, perekayasa teknologi dan lain sebagainya. Dan studi kelayakan biasanya digolongkan menjadi dua bagian yang berdasarkan pada orientasi yang diharapkan oleh suatu perusahaan yaitu berdasarkan orientasi laba, yang dimaksud adalah studi yang menitik-beratkan pada keuntungan yang secara ekonomis, dan orientasi tidak  pada laba (social), yang dimaksud adalah studi yang menitik-beratkan suatu proyek tersebut bisa dijalankan dan dilaksanakan tanpa memikirkan nilai atau keuntungan ekonomis.

Hasil Evaluasi

     Sumber Daya Manusia adalah seorang yang siap, mau dan mampu memberi sumbangan usaha pencapaian tujuan organisasi. Selain itu SDM merupakan salah satu unsur masukan (input) yang bersama unsur lainnya seperti modal, bahan, mesin, dan metode/teknologi diubah menjadi proses manajemen menjadi keluaran (output) berupa barang atau jasa dalam usaha mencapa tujuan perusahaan.

     Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) merupakan bagian dari manajemen keorganisasian yang memfokuskan diri pada unsur sumber daya manusia. tugas manajemen sumber daya manusia adalah untuk mengelola unsur manusia secara baik agar diperoleh tenaga kerja yang puas akan pekerjaannya.

   Pengembangan sumber daya manusia ini dapat dilaksanakan melalui pendidikan dan pelatihan yang berkesinambungan. Pendidikan dan pelatihan merupakan upaya untuk pengembangaan SDM, terutama untuk pengembangan kemampuan intelektual dan kepribadian. Pendidikan pada umumnya berkaitan dengan mempersiapkan calon tenaga yang digunakan oleh suatu organisasi, sedangkan pelatihan lebih berkaitan dengan peningkatan kemampuan atau keterampilan pekerja yang sudah menduduki suatu jabatan atau tugas tertentu.

  Dalam setiap pelaksanaan ide usaha, kita pasti memerlukan adanya aspek sumber daya yang akan menjalankan usaha atau ide menjadi usaha. Dalam beberapa perencanaa sumber daya manusia, perlu menganalisis hal-hal berikut, yaitu desain pekerjaan, deskripsi pekerjaan, job value, kapasitas sumber daya manusia, recruitment, productivity, training and recruitment, performance appraisal, compensation and benefit, career planning, serta retrenchment.

Penutup

  Dalam menghadapi situasi lingkungan yang terus berubah menuntut pergeseran peran manajemen sumber daya manusia dari paradigma lama (yang berfokus pada implementasi fungsi operatif ) menuju paradigma baru (yang berfokus pada empowering human capital dalam menjalankan knowledge management), maka manusia sebagai salah satu sumber daya harus mempunyai nilai kompetensi dengan selalu mengikuti perkembangan jaman dengan selalu meningkatkan ilmu pengetahuan.






Referensi :
[1] Setiawan, Parta. 2015. Pengertian  Studi Kelayakan Bisnis Terlengkap
Diaskses pada : 05 11 2015

[2] Firdaus,  mahfudz irfan. 2015. Studi Kelayakan Bisnis - Aspek Sumber Daya Manusia (SDM)
Diakses pada : 05 11 2015


                                                                                                           
Nama Kelompok :
1.      Aswendy (51412230)
2.      Febriansyah H (52412862)
3.      Yoga M Tampi (57412825)


Kelas : 4IA13